PACITAN,wartakita.co- Kasus Leptospirosis di Kecamatan Nawangan, Pacitan terus meluas. Puskesmas setempat mencatat sebanyak 112 warga merasakan gejala penyakit tersebut pada tahun 2023 ini.
Dari 112 gejala yang ditemukan 24 diantaranya positif terjangkit virus leptospira. Bahkan, 3 orang diantaranya meninggal dunia.
Wahyu Tri Widodo, petugas Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) mengatakan jika para pasien di Puskesmas mulanya merasakan gejala demam tinggi, pusing, muntah hingga nyeri pada bagian betisnya.
“Penyakit Lepto ini sebenarnya sudah ada yang positif sejak akhir 2022 lalu, namun tahun 2023 meningkat. Kasus terbanyak tercatat di Desa Mujing dan Gondang” , tutur Wahyu saat ditemui awak media Senin (27/02).
Wahyu membeberkan sebaran lepospirosis merata di 5 desa yaitu Desa Mujing, Sempu, Nawangan, Gondang dan Jetis Lor.
“Untuk gejala penyakit ini hampir sama dengan penyakit demam berdarah, dan gejala utamanya adalah nyeri betis hingga beresiko orang tersebut bekerja di wilayah dengan banyak tikus,” imbuhnya.
Dari keseluruhan kasus yang tercatat, hampir seluruh kasus merupakan para petani yang sering ke sawah dan secara tidak sengaja melakukan kontak langsung dengan tikus.
Saat ini, pihak Puskesmas Nawangan terus berkordinasi dengan Dinas Kesehatan serta Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan Dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) untuk melakukan pemasangan perangkap tikus di Desa Mujing untuk diambil sampel.
Kemudian dilakukan pemeriksaan lanjutan. Selain itu, mereka juga terus mensosialisasikan bahaya dan pencegahan penyakit leptospirosis.
