PACITAN,wartakita.co-Kasus leptospirosis di Kabupaten Pacitan perlahan bisa dikendalikan. Data per tanggal 2 Maret, tersisa 2 pasien leptospirosis yang dirawat.
Plt Kadinkes Pacitan dr Daru Mustiko Aji mengatakan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya hingga Kamis (2/3) telah melakukan 178 sampel.
Dari jumlah itu terdapat 114 orang yang dinyatakan positif leptospirosis sejak Januari lalu. Mereka yang terinfeksi bakteri leptospira berasal dari sembilan kecamatan.
“Saat ini, masih ada dua pasien yang dirawat di Ponorogo. Sedangkan, penderita lainnya sudah sembuh,” katanya pada wartawan Jum’at (3/3) siang.
“Dari pendataan ada enam penderita yang meninggal dunia. Mereka yang meninggal itu karena komorbid,” imbuh dr. Daru yang juga Sekretaris Dinkes Pacitan terusebut.
Warga meninggal dunia merupakan warga di Kecamatan Nawangan 3 orang, Tegalombo serta Sudimoro. Pemerintah belum menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) leptospirosis karena jumlah kasus keseluruhan tak melebihi jumlah kasus pada tahun sebelumnya.
Pada periode yang sama pada tahun lalu tercatat ada 89 kasus leptospirosis. Sedangkan, pada Februari 2023 terdapat 79 kasus.
“Meski tidak KLB, kami tetap berikan atensi pencegahan penyakit ini. Semua dikerahkan untuk penanganan sejak kasus pertama Januari lalu sehingga saat ini bisa terkendali,” tandasnya.
Berdasarkan penyelidikan epidemologi kasus leptospirosis ditemui di wilayah pertanian. Mayoritas penderitanya merupakan petani.
