Daging Ayam Turun, Harga Bawang Merah Justru Naik Pasca Lebaran

Aktivitas jual beli bumbu dapur di pasar tradisional Pacitan. (Foto/wartakita.co).

PACITAN,wartakita.co- Penurunan harga pada sebagian besar kebutuhan bahan pokok pasca lebaran tak berlaku bagi bawang merah. Saat ini harga bawang merah di Pasar Arjosari justru alami kenaikan. Kenaikan harga ini mempengaruhi pendapatan pedagang seiring jumlah pembeli yang berkurang.

Salah satu pedagang pasar Atok Supali, mengungkap jika kenaikan harga bawang merah terjadi setelah perayaan Idul Fitri. Menurutnya salah satu penyebabnya tak lain karena minimnya ketersediaan bawang merah di pasaran.

“Kemungkinan karena sebelumnya pembeli kan banyak sekali saat lebaran, jadi sekarang stoknya kurang,” ujar Atok.

Adapun harga bawang merah per hari Rabu (03/05) mencapai Rp.45.000 sampai Rp.50.000 bergantung ukuran dan kualitas. Kenaikan harga itu terjadi sejak satu minggu yang lalu dan naik secara bertahap hingga mencapai harga terkini.

“Saat lebaran dan sebelum itu harga justru masih stabil, tapi kok sekarang malah naik sampai segitu,” ucap Atok.

Rini Hariyani salah satu pembeli mengaku bahwa kenaikan harga ini meresahkan karena menambah pengeluaran rumah tangga. Apalagi bawang merah merupakan salah satu bahan bumbu dapur penting.

“Mau bagaimana lagi, saya baru bisa beli sedikit asal cukup dulu soalnya harga semahal itu cukup menguras pengeluaran,” ujar Rini.

Meskipun harga bawang merah melejit namun harga bahan lain seperti cabai rawit dan sayur mayur masih stabil. Hanya harga bawang putih yang menyusul kenaikan bawang merah meskipun tidak signifikan diangka Rp. 37.000 per kilogramnya.

Harga daging ayam yang sempat melejit sebelum hari raya Idul Fitri kembali normal. Daging ayam potong yang sebelumnya mencapai Rp. 50.000 per kilogramnya saat ini turun menjadi Rp.35.000.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *