PACITAN,wartakita.co- Dampak gempa Bantul yang cukup merusak di Kabupaten Pacitan jadi perhatian pemerintah. Utamanya terhadap struktur bangunan gedung pemerintah maupun hunian warga.
Apalagi daerah berjuluk kota 1001 goa ini berada pada jalur cincin api pasifik yang membuat potensi gempa cukup terbuka. Oleh karenanya kontruksi bangunan tahan gempa jadi penting untuk meminimalisir dampaknya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Pacitan Suparlan menyatakan hasil asesmen konstruksi gedung pemerintah dan rumah warga terdampak menunjukkan kerusakan terjadi pada assesoris seperti tangga maupun dinding.
“Tentu didalam perencanaan harus diperhitungkan karena zona gempa,” kata Suparlan.
Parlan mengungkap bahwa daerah rawan seperti Pacitan lebih baik mengutamakan aspek pembebanan dan penguatan pada tulang maupun fondasi. Sementara bagi rumah tahan gempa diperlukan panel komposit yang miliki daya tahan tinggi.
“Untuk struktur beban itu variatif dan harus dijadikan referensi utama kalau di wilayah Pacitan”, tutur Suparlan.
Adapun bangunan yang dibuat perlu pertimbangkan beban didalamnya, seperti beban mati, beban hidup, dan beban berguna sekaligus beban hujan maupun gempa.
Sebagai informasi tambahan, gempa 6,4 SR yang guncang Bantul DIY lalu sebabkan kerusakan pada 178 unit banguan di Pacitan. Adapun 139 unit diantaranya merupakan rumah warga. (mg/red).
