Nelayan Pilih Tak Melaut Imbas Gelombang Tinggi

Nelayan Wawaran tak bisa beraktivitas melaut seiring gelombang tinggi melanda perairan Pacitan. (Foto/istimewa).

PACITAN, Wartakita.co- Dua hari terakhir kondisi cuaca perairan pacitan cukup ekstrim, angin kencang disertai  gelombang tinggi berdampak luas pada kehidupan  nelayan pacitan. Selama dua hari ini nelayan lokal memilih tidak melaut karena ketinggian ombak mencapai enam meter sehingga membahayakan keselamatan mereka.

Salah seorang nelayan Jumeni mengaku memilih tidak melaut hingga kondisi gelombang kembali stabil yang diperkirakan sama hari minggu nanti.

“Cuacanya buruk ini dan gelombangnya tinggi, sebagian nelayan ada yang berangkat ada yang tinggal karena takut gelombang sudah terlihat dari angin yang kencang”, jelas Jumeni.

Sejak tanggal 3 kemarin kondisi ombak sudah mulai kasar berkisar antara 2,5 hingga 4 meter. Namun jumat (07/07) hari ini ketinggian gelombang antara empat hingga 6 meter. Gelombang tinggi  pun beberapa kali menghantam water break pelabuhan.

Kondisi pelabuhan perikanan Pantai Tamperan Kelurahan Sidoharjo Pacitan kemudian pun dipenuhi  ratusan kapal jukung, slerek maupun sekoci bersandar di kolam labuh.

Aris Setiawan seorang nelayan juga sampaikan keresahannya karena bulan ini sedang musim tongkol.  Sebelum kondisi gelombang tinggi pun hasil tangkapan ikan nelayan cukup banyak baik di pinggiran maupun di tengah laut.

“Sementara behenti melaut karena berbahaya, meskipun kapal besar ada yang tetap berangkat tapi banyak juga yang pilih bersandar disini”, ujar Ari.

Berdasarkan pantauan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) kabupaten pacitan angin kencang disertai gelombang tinggi terjadi sejak tanggal 3 juli lalu dan puncaknya akan terjadi pada tanggal 7 juli.

Plt Kasi Pencegahan Dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan Radite Suryo Angggono mengatakan gelomnang tinggi ini dipengaruhi adanya peningkatan kecepatan angin yang mencapai 6 sampai 25 knot.  BPBD menghimbau kepada nelayan maupun wisatawan yang beraktivitas di pantai untuk berhati-hati.

“Beberapa hari terakhir ini dari pantauan menunjukkan gelombang yang tinggi, kami himbau masyarakat sekitar pesisir melalui media sosial maupun langsung kalau bisa untuk tidak melaut”, jelas Radite.

Adapun berdasarkan release dari badan meteorologi klimatologi dan geofisika (BMKG)  gelombang tinggi ini diperkirakan kembali normal pada tanggal 9 Juli nanti. (mg/red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *