PACITAN,wartakita.co- Festival Ranting Boto berlangsung meriah di Desa Ploso, Kecamatan Punung, Pacitan pada Senin (7/8/2023). Festival ini berangkat dari budaya gotong royong masyarakat memaksimalkan potensi desa berupa produksi batu bata dan genteng berbahan tanah liat.
Inisiator Festival Ranting Boto, Septian Nurwahidah menyatakan ekspresi seni budaya masyarakat Ploso ini jadi media promosi potensi desa.
“Pertama ini (festival) menyambut Hari Kemerdekaan RI ke 78. Ranting Boto ini berangkat dari banyaknya warga kami yang berprofesi membuat batu bata dan genteng,” kata Septian, Senin (7/8).
Baca juga : Era Bupati Aji, Ruang Ekspresi Budaya Makin Terbuka hingga Pelosok Desa
Festival Ranting Boto melibatkan seluruh masyarakat desa hingga seniman ternama lokal hingga luar Pacitan. Kebersamaan ini dinilai jadi kunci penting bagi kemajuan desa.
“Allhamdullilah. Ini kita memakai slogannya pak Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji yaitu Nyawiji, kita melibatkan juga para seniman-seniman terkenal seperti Mas Misbah dari Sulawesi, ada Mas Amin dari Pacitan juga,” tambahnya.
Lebih lanjut, Septian mengaku tak menyangka event perdana di wilayahnya ini dapat sambutan positif masyarakat. Antusias tinggi warga jadi spirit untuk terus mengembangkan potensi desa.
“Allhamdullilah hasilnya positif, dan rencananya Ranting Boto akan dijadikan event tahunan di Desa Ploso,” tandas perempuan yang mencalonkan diri menjadi Anggota Legeslatif tersebut.
Untuk diketahui Desa Ploso, Kecamatan Punung memiliki produk unggulan dari tanah liat yang dijadikan batu bata dan genteng. Melalui event ini, hasil karya masyarakat meningkat, ekonomi bergerak menuju Desa Ploso yang maju dan sejahtera.
