PACITAN,wartakita.co- Museum dan Galeri Seni SBY Ani bakal dibuka untuk umum pada Jumat (18/8/2023) mendatang. Wisata edukasi di Kelurahan Ploso, Pacitan itu bisa dinikmati publik dengan harga tiket yang terjangkau.
“Harga tiket untuk warga Pacitan Rp 25 Ribu, warga di luar Pacitan Rp 50 ribu dan wisatawan mancanegara Rp 100 ribu,” kata Ossy Dermawan, Direktur Eksekutif Museum dan Galeri Seni SBY*Ani.
Baca juga : Museum Kepresidenan SBY Diresmikan Tepat Hari Kemerdekaan RI
Ossy menambahkan Museum Kepresidenan di Pacitan menyajikan kisah pengabdian SBY untuk bangsa. Selain masa penugasan sebagai prajurit TNI, koleksi di museum juga memberi ilustrasi sosok ayah 2 putra itu sebagai manusia biasa.
Mulai dari kehidupan keseharian, kecintaan terhadap istri dan anak-anak, serta sisi humanisnya saat berinteraksi dengan masyarakat.
“Galeri Seni Ani Yudhoyono akan meng-capture sisi kesenian dari Bapak SBY. Kalau kita kilas balik masa kecil beliau sangat gemar berkesenian. Mempelajari seni pewayangan, puisi, menulis cerpen baik Bahasa Indonesia maupun Bahasa Jawa, bahkan bermain musik,” papar Ossy.
Diketahui SBY juga memiliki hobi seni rupa khususnya melukis. Oleh karena itu tata letak museum juga dirancang khusus dengan menyiapkan 2 ruang pameran. Kedua ruangan itu menampilkan koleksi lukisan karya SBY. Jumlahnya sendiri mencapai 70 karya.
“Museum ini nanti akan unik dibandingkan museum kepresidenan lain di dunia,” ujarnya.
Dari sisi konsep, lanjut Ossy Dermawan, museum yang pembangunannya menelan waktu 3 tahun dibuat dengan mengedepankan aspek pendidikan dan hiburan. Harapannya pengunjung dari semua usia dapat menikmati saat berkeliling di dalamnya.
Baca berita lainnya : Sambut Atlet Mancanegara, Bupati Aji Berselancar Lagi
Ossy menegaskan museum kelas dunia (world class museum) itu nantinya memberi keuntungan serta manfaat bagi masyarakat Pacitan. Hal itu meliputi aspek ekonomi, sosial, hingga hubungan internasional.
“Karena akan banyak acara-acara hingga konferensi bertaraf internasional yang mungkin akan dilaksanakan di museum. Mudah-mudahan museum ini juga ikhtiarkan untuk mengangkat derajat Pacitan agar dikenal lebih luas lagi,” pungkas Ossy.
