Pelestarian Kebudayaan Akbar Pelajar Pacitan, Pertama Kali di Era Bupati Aji

Peserta Festival Kethek Ogleng berfoto bersama Bupati Indrata Nur Bayuaji. (Foto/ Pemkab Pacitan).

PACITAN,wartakita.co- Kesenian Tari Kethek Ogleng jadi salah satu simbol kebudayaan di Kabupaten Pacitan. Tarian khas Kota 1001 Gua yang diciptakan oleh almarhum Sutiman ini diakui sebagai warisan budaya tak benda pada tahun 2019 silam.

Sehingga tak berlebihan jika pelestarian warisan budaya asli Pacitan itu seolah jadi kewajiban seluruh elemen masyarakat. Pemerintahan Bupati Indrata Nur Bayuaji pun menyadari akan tanggung jawab besar tersebut.

“Kami melihat pertunjukkan seni tari Kethek Ogleng hanya bisa dinikmati pada momen tertentu saja. Padahal ini salah satu warisan kebudayaan yang dimiliki Pacitan. Sehingga melalui event inilah kesenian Kethek Ogleng bisa lebih dikenal dan terus lestari,” kata Bupati Aji.

Baca juga : Event Seni Budaya Bikin Geliat Ekonomi Pacitan Makin Kuat

Event yang dimaksud Bupati Aji adalah Festival Kethek Ogleng tingkat pelajar sekolah dasar se Kabupaten Pacitan. Festival yang berlangsung dua hari (26-27 Agustus) itu sukses mencuri perhatian. Terlebih, event akbar ini baru pertama kali digelar di Pacitan.

“Festival ini bagian dari kegiatan Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Ristek. Ini jadi upaya menjaga dan memperkenalkan warisan budaya kepada generasi muda serta masyarakat secara lebih luas,” imbuh mantan Ketua DPRD Pacitan tersebut.

Suami dari Evi Suraningsih itu berharap seluruh kebudayaan yang ada, bisa jadi nilai tambah potensi alam yang dimiliki Pacitan. Terlebih, sektor pariwisata kini jadi andalan bagi mendongkrak pendapatan daerah.

“Mudah-mudahan tahun depan pesertanya lebih banyak lagi. Jadi selain ketersediaan infrastruktur memadahi, pengembangan seni budaya secara terukur, dimanage dengan lebih baik berpotensi besar meningkatkan minat kunjungan wisatawan ke Pacitan,” tegasnya.

Baca juga : Hasil Pilkades Serentak Pacitan, 3 dari 10 Petahana Tumbang

Atraksi kebudayaan di Pacitan diharapkan terus tumbuh dan berkelanjutan. Tidak hanya pada momen tertentu, pertunjukkan seni budaya bisa dilaksanakan secara rutin. Sehingga bisa menambah daya tarik wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *