PACITAN,wartakita.co- Kotoran Hewan (Kohe) kelelawar jadi salah satu pupuk organik berkualitas tinggi. Sayangnya, pupuk organik yang satu ini belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Pacitan.
Padahal kotoran hewan ini bisa menghasilkan cuan menggiurkan. Seperti yang dilakoni Agung Rahardjo, warga Desa Plumbungan, Kecamatan Kenonagung. Ditangannya, kotoran kelelawar jadi sumber penghasilan.
“Allhamdullilah kohe kelelawar ini sudah terfermentasi secara alami dan bisa menyuburkan segala jenis tanaman serta menghasilkan uang. Tapi hanya bagi para petani-petani yang paham akan kandungan dari kohe kelelawar ini, manfaatnya untuk tanaman sangat bagus dan bisa mengurangi zat kimia pada tanah,” kata Agung Jumat (20/10).
Baca juga : Apresiasi Inovator, Pemkab Gelar Ajang Inovasi Daerah
Untuk menghasilkan pupuk organik kaya akan manfaat tidaklah mudah. Jalan setapak dan terjal dilalui Agung demi mendapatkan kohe kelelawar. Setimpal dengan usahanya, pesanan demi pesanan baik dari dalam kota maupun luar kota selalu ada.
“Kalau untuk pengambilan kohe ini sangat membutuhkan perjuangan, jalan hanya setapak dan berada di goa tempat persembunyian kelelawar. Sedangkan untuk pemesan justru dari luar Pacitan. Seperti petani Magetan, Wonogiri, Ponorogo. Kalau untuk petani di Pacitan sendiri kurang banyak yang berminat,” imbuhnya.
Meskipun bukan lulusan sarjana ilmu pertanian, pemuda alumni Pondok Pesantren Tremas ini memulai inovasi berbekal dari browsing di google. Hingga mencoba serta memasarkan melalui jejaring media sosial (medsos).
“Hasilnya tidak mengecewakan. Selain baik untuk tanaman sendiri seperti padi,jagung,cabe dan lainnya. Juga menghasilkan pendapatan. Jadi ya setimpal dengan susahnya saat mengambil kohe di goa,” terangnya.
Soal harga jual. Agung Raharjo memberi bandrol di bawah harga pasaran pada umumnya. Harga terendah mencapai Rp 5.000 perkilogram dan untuk harga tertinggi mencapai harga Rp 7.500 perkilogram.
“Untuk harga sendiri tergantung permintaan, kadang ada yang minta lembut dan kasar. Untuk yang kasar saya jual 5000 rupiah perkilogram dan untuk yang halus harganya 7500 rupiah perkilogram,” tandas Agung.
Sebagai informasi. Kotoran kelelawar memiliki kadar nitrogen yang besar, kadar unsur fosfat tertinggi dan kadar kalium yang besar. Fosfat merupakan bahan utama penyusun pupuk, selain nitrogen dan Potasium.
