PACITAN,wartakita.co- Rancangan Peraturan Daerah Tentang APBD Pacitan Tahun Anggaran 2024 resmi diserahkan Bupati Pacitan kepada DPRD pada Sabtu (20/10) lalu. Persoalan pembangunan dan pengentasan kemiskinan masih menjadi salah satu prioritas pemerintahan Bupati Indrata Nur Bayuaji.
Sekertaris Daerah Pacitan Heru Wiwoho mengatakan, dalam pembahasan APBD 2024, ada sejumlah prioritas yang menjadi atensi saat realisasi APBD 2024 nanti. Di antaranya soal implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Beberapa indikator yang belum tercapai dalam RPJMD itu yang kita prioritaskan,” kata Heruwi.
Baca juga : Kekompakan Warga Swadaya Bangun Jalan Lingkungan
Oleh karena itu, dalam skema yang akan dilakukan saat realisasi nanti, lanjut Heruwi, TAPD beserta Banggar bakal mengoptimalkan pagu-pagu anggaran. Pagu anggaran tersebut melekat pada dinas-dinas tertentu yang erat kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi, infrastruktur, pendidikan dan kesehatan.
“Lebih banyak di pembangunan- pembangunan,” sebutnya.
Ketua DPRD Pacitan Ronny Wahyono menambah, sebenarnya fokus pembahasan Banggar bersama TAPD masih mengikuti RPJMD Bupati Pacitan dan visi misi yang dirancang Bupati Pacitan.
“Kondisi ekonomi global dan intruksi presiden soal kenaikan gaji pegawai perlu dilakukan pembahasan ulang. Karena dalam pembahasan KUA PPAS (Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara) belum tercantum,” sebutnya.
Selain itu, ia juga berharap hal itu bisa dituntaskan sebelum melewati batas akhir pembahasan. Yakni pada 8 November saat ditetapkan menjadi perda APBD 2024 nanti.
“Kami tetap ikut RPJMD-nya Pak Bupati, bagaimana memastikan APBD ini sesuai, on the right track dengan RPJMD, tetapi tetap memperhatikan situasi dan kondisi yang sekarang terjadi,” tegas Ronny.
Sebagaimana diketahui, Banggar dan TAPD merancang proyeksi APBD 2024 senilai Rp 1.67 triliun. Proyeksi itu diklaim lebih besar dibanding APBD di tahun-tahun sebelumnya, Banggar berharap APBD 2024 bakal lebih realistis dengan asumsi defisit sekecil mungkin.
