PACITAN,wartakita.co- Gua Tabuhan di Kabupaten Pacitan jadi salah satu obyek wisata yang pantas dikunjungi saat berlibur ke Kota 1001 Goa. Destinasi wisata yang satu ini populer karena bebatuan stalaktit di perut bumi, dapat menghasilkan suara indah mirip gamelan. Pun, panorama langit-langit gua tak kalah cantik. Wisatawan bisa menikmati musik gamelan lengkap dengan nyanyian dari para sinden dari bebatuan di Gua Tabuhan.
Gua Tabuhan berada di Dusun Tabuhan, Desa Wereng, Kecamatan Punung, Pacitan. Wisatawan dari utara bisa melalui Kota Pacitan ke arah Barat. Sesampainya di Kecamatan Punung, banyak papan petunjuk arah menuju Gua Tabuhan. Jarak dari pusat Kota Pacitan diperkirakan sekitar 40 kilometer atau sekitar 45 menit perjalanan menggunakan kendaraan pribadi. Akses menuju obyek wisata ini secara umum cukup memadai.
Begitu tiba di area tujuan, keindahan mulut gua akan menarik perhatian para pengunjung. Lubang selebar 16 m di lereng kawasan Karst ini dihiasi dengan puluhan stalaktit batu kapur berwarna putih. Batu kapur tersebut mengeluarkan kristal putih yang berkilau seperti batu permata. Terdapat pula satu ruang marmer yang berbentuk kristal kasar yang berasal dari batu kapur dan dolomit.
“Sunggung peninggalan alam yang begitu indah,” ungkap Dewita Putri, wisatawan asal Jogjakarta di area Gua Tabuhan.
Di dalam area Goa Tabuhan terdapat air terjun yang dilengkapi kolam kecil dan sering disebut sebagai Sendang Bidadari. Konon katanya, tempat ini menjadi lokasi mandi para putri raja pada era Kerajaan dulu. Mitos lainnya menyebut jika Gua Tabuhan sebagai tempat bertapa atau meditasi seorang Pangeran Diponegoro yang memiliki nama kecil Sentot Alibasya Prawiradiredjo.
Daya tarik khas Gua Tabuhan adalah pertunjukkan musik kesenian tradisional menggunakan sarana bebatuan stalaktit di area gua. Bebatuan indah itu dijadikan alat musik untuk menghibur wisatawan. Pun, para penyanyi atau sinden bakal menyuguhkan suara emas diiringi alunan musik gamelan dari bebatuan yang ada di sekitar gua. Untuk menyaksikan keunikan ini wisatawan perlu mengeluarkan uang sekitar Rp 100 ribu untuk dua sampai lima lagu Jawa tergantung kesepakatan.
Baca juga : Pancer Door Diproyeksikan Jadi Pusat Ekonomi Baru Pacitan
“Atraksi musik yang menarik dan menghibur pastinya. Perpaduan para pelaku seni dan bebatuan di Gua Tabuhan itu benar-benar jadi obyek wisata yang layak dikunjungi,” tegas Dewi.
Untuk menikmati Gua Tabuhan pengunjung hanya perlu mengeluarkan uang Rp 10 ribu per orang di loket masuk. Fasilitas yang tersedia di area ini juga memadahi, meliputi area parkir luas, rumah makan, sarana ibadah, tempat oleh-oleh khas dan tentunya batu akik serta berbagai aksesoris lainnya. Bagi anda yang berkunjung ke Pacitan, baiknya singgah ke Gua Tabuhan yang merupakan tempat wisata legendaris di Kota 1001 Gua. (Adv).
