PACITAN,wartakita.co- Di era digitalisasi, pengetahuan akan penggunaan teknologi dan informasi jadi bagian penting dalam semua aspek kehidupan. Tak terkecuali bagi pemerintahan desa. Ini semata demi terwujudnya desa yang maju dan masyarakat mandiri.
Hal ini disadari betul pemerintah Desa Sukoharjo, Kecamatan Pacitan. Untuk penguatan kapasitas masyarakat Pemdes Sukoharjo menjalin kerja sama dengan operator seluler, Telkomsel.
Kerja sama melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk “Baktiku Negeriku” diluncurkan di Balai Desa Sukoharjo
pada Kamis (17/7). Program ini bertujuan mendorong transformasi desa melalui penguatan literasi digital, pengembangan ekonomi kreatif, dan pembangunan berbasis kolaborasi.
General Manager Telkomsel, Andri Priyo Santoso, menegaskan bahwa Baktiku Negeriku bukan sekadar kegiatan sosial biasa, melainkan sebuah gerakan gotong royong yang melibatkan berbagai elemen.
“Program ini mengajak relawan Telkomsel, pemerintah, akademisi, hingga masyarakat untuk bersinergi membangun desa secara berkelanjutan,” ujarnya dalam sambutan.
Rangkaian kegiatan dalam program ini mencakup pelatihan digital untuk masyarakat, pengembangan pertanian terpadu, promosi wisata lokal, hingga pendirian Creative Digital Center (CDC) sebagai pusat inovasi dan pelatihan digital di desa.
Dalam seminar bertema “Strategi Pengelolaan Desa Wisata Berbasis Komunitas”, warga diajak memanfaatkan potensi lokal seperti pertanian, budaya, dan kuliner untuk mengembangkan desa wisata berbasis komunitas dan teknologi.
Program Baktiku Negeriku menargetkan sejumlah capaian nyata, seperti terbentuknya CDC yang aktif, pendirian dua unit usaha baru milik BUMDes, pengembangan demo plot pertanian terpadu, serta peningkatan pendapatan warga hingga 10–20 persen.
Perwakilan desa, Aminudin Sastropawiro, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor. “Tak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Perlu keterlibatan dunia usaha, akademisi, dan masyarakat untuk mendorong percepatan pembangunan desa,” katanya.
Acara peluncuran program ini turut dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dinas Pertanian, Dinas Pariwisata, Camat Pacitan, serta unsur Forkopimca setempat.
Program ini diharapkan menjadi model pembangunan desa berkelanjutan dan inklusif di era digital, sekaligus menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia. (red/adv).
