PACITAN,wartakita.co- Sebuah video perpisahan haru seorang Guru SMP N 1 Pacitan menarik perhatian warga dunia maya. Video yang beredar di akun sosial media Tiktok menggambarkan dramatisnya perpisahan guru bernama Alsa Daruna dengan muridnya. Para siswa seolah enggan kehilangan guru kesayangan yang berpindah tugas ke sekolah lain.
Video yang dikemas sedemikian dramatis itu telah ditonton ratusan ribu kali dengan ribuan komentar beragam. Warganet bertanya fakta apa yang melatari kepindahan tugas Alsa Daruna. Namun, informasi yang ada pun masih simpang siur kebenarannya.
Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Pacitan, Rino Budi Santoso mengatakan video viral guru SMPN 1 Pacitan itu tidak sesuai fakta yang sebenarnya. Menurutnya, tenaga pendidik diberikan tugas baru ke sekolah lain karena pihaknya menerima aduan orang tua wali murid terkait dugaan penyimpangan perilaku oknum guru Alsa.
“Sebenarnya ada wali murid itu mengadukan masalah (perbuatan tak menyenangkan) ke Dinas Pendidikan dan Dinas Pengendalian Penduduk Kelurga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pacitan. Karena dalam proses itu perlu waktu maka kami berikan SPT (Surat Perintah Tugas) sementara ke sekolah lain,” kata Rino pada Jumat (19/9) siang.
Rino memastikan bahwa kebijakan yang diambil telah melalui mekanisme dan tahapan seharusnya. Pun, dia meyakinkan tidak ada intervensi dari pihak manapun terkait penerbitan surat perintah tugas sementara.
“Jadi dasarnya ini murni aduan wali murid, rekomendasi PPA (Dinas PPKB dan PPPA), kemudian kita tindaklanjuti dengan SPT itu untuk mengamankan beliau (Alsa) sekaligus menstabilkan situasi SMPN 1 dari tekanan para wali murid yang mengadukan permasalahan tersebut,” tegas Rino.
Senada, Kepala SMPN 1 Pacitan, Tjatur Heri Subagjo, juga membantah isu guru Daruna dipindah karena menegur anak pejabat. Ia menyebut masalah bermula dari cara pendekatan guru tersebut kepada siswa.
“Kadang suka mencubit, tapi orang tua merasa keberatan. Ada kejadian ketika anak bergerak, cubitan tidak sengaja mengenai area sensitif. Orang tua tidak terima dan melapor,” ungkap Tjatur.
Saat ini guru Alsa Daruna mendapat tugas baru di SMP Negeri Kebonagung. Tugas baru ini masih bersifat sementara sembari menunggu hasil pemeriksaan menyeluruh atas laporan dugaan pelecehan yang diadukan orang tua wali murid.
