PACITAN,wartakita.co- Dunia olahraga di Kabupaten Pacitan menuliskan sejarah baru. Untuk pertama kalinya, kejuaraan domino tingkat kabupaten digelar di Pacitan. Turnamen perdana yang digelar di pendapa Kecamatan Pacitan pada Minggu (29/3) berlangsung sukses dan meriah. Belasan peserta dari berbagai wilayah kecamatan di Pacitan adu kemampuan menjadi yang terbaik.
Kejuaraan yang diselenggarakan oleh Federasi Olahraga Domino Nasional Cabang Pacitan ini bagian dari upaya untuk mewadahi atlet berbakat, mempererat tali silaturahmi sekaligus mengangkat permainan tradisional sebagai ajang kompetisi yang sehat dan sportif.
Ketua panitia, Eko Kurniawan, menyatakan kegiatan ini merupakan langkah awal untuk menjadikan domino sebagai olahraga rekreasi yang lebih terorganisir di Kota berjuluk 70 Mile Sea Paradise.
“Kami melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi, ada 16 tim peserta. Ini membuktikan bahwa domino bukan sekadar hiburan, tetapi juga bisa menjadi ajang prestasi,” kata Ketua Orado Cabang Pacitan tersebut.
Kompetisi berlangsung selama satu hari penuh dengan sistem gugur. Para peserta menunjukkan strategi, konsentrasi, dan kerja sama tim yang solid. Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji dan Ketua DPRD, Arif Setia Budi, pun turut berpartisipasi sebagai peserta kehormatan di kompetisi ini.
Juara pertama berhasil diraih oleh tim Bahtera Deco. Pasangan Galihna dan Ardi jadi yang terbaik usai mengalahkan tim Tali Jagad di babak final. Pasangan Samsudin dan Agus berhak atas juara dua. Sedangkan posisi ke tiga diraih Astro Farm.
Para pemenang mendapatkan trofi, piagam penghargaan, serta uang pembinaan. Pun, sang juara direncanakan maju mewakili Pacitan ke tingkat Provinsi Jatim pada awal bulan April mendatang.
Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, menyambut baik olahraga baru di wilayahnya. Dia mengapresiasi terselenggaranya kejuaraan secara baik dan berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda tahunan dan bahkan berkembang ke tingkat provinsi.
“Ke depan, kami ingin melihat atlet-atlet domino dari Orado Pacitan bisa bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” katanya.
Kesuksesan penyelenggaraan perdana ini, diharapkan menjadi momentum kebangkitan permainan tradisional yang dikemas secara modern dan kompetitif di Pacitan.
