PACITAN,wartakita.co- Pemerintah Kabupaten Pacitan terus berupaya meningkatkan kondisi bangunan rumah warga kurang mampu hingga laik huni. Pada tahun 2026 ini, pemerintah menargetkan renovasi ribuan unit rumah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Pacitan, Heru Tunggul Widodo, menyatakan bahwa setiap penerima bantuan mendapatkan stimulan sebesar Rp20 juta. Dana itu digunakan untuk pembelian material sekaligus upah tenaga kerja.
“Total ada 2.500 unit rumah yang tersebar di 99 desa di 12 kecamatan. Saat ini pelaksanaan tahap pertama masih berlangsung dan ditargetkan rampung pada Juli mendatang,” katanya.
Jumlah perbaikan rumah tak laik huni itu masih berpotensi bertambah. Pada tahap kedua, Pacitan juga akan menerima tambahan 237 unit bantuan dari jalur aspirasi legislatif. Saat ini, program tersebut masih dalam tahap verifikasi lapangan.
Bahkan, selain mengandalkan BSPS, Pemkab juga mengalokasikan penanganan RTLH melalui APBD. Dari target awal 22 unit, sebanyak 18 unit telah terealisasi, sementara sisanya akan dilanjutkan melalui perubahan anggaran.
“Untuk penanganan rumah korban bencana, pemerintah menargetkan pembangunan 9 unit relokasi,” imbuh Heru Tunggul.
Realisasi program bedah rumah tahun ini bakal mengurangi jumlah rumah belum laik yang masih banyak di Pacitan. Bupati Indrata Nur Bayuaji memastikan bahwa program bedah rumah terus menjadi prioritas. Rata-rata sekitar 2.000 rumah tidak layak huni berhasil direhabilitasi setiap tahunnya.
“RTLH harus terus ditekan agar masyarakat bisa tinggal di rumah yang layak dan sehat,” pungkasnya.
