Studi Tiru ke SRMA 23, Dindik Pacitan Serap Peran Penting Orang Tua dalam Pendidikan Karakter Anak

Rombongan Dinas Pendidikan menyerap pendidikan siswa dan guru SRMA23 di lingkungan asrama. (Foto/wartakita.co).

PACITAN,wartakita.co- Beragam upaya dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kota berjuluk 70-Mile Sea Paradise. Kali ini, Dinas Pendidikan menginisiasi kegiatan studi tiru ke Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 23 pada Kamis (7/5) siang.

Studi tiru ini melibatkan elemen penting pendidikan di Pacitan. Mulai dari PGRI, MKKS, Koordinator Wilayah Kecamatan Bidang Pendidikan hingga Camat di 12 kecamatan. Pun, jajaran Dinas Sosial Kabupaten Pacitan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Khemal Pandu Pratikna, menyatakan studi tiru ini bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan di Pacitan. Menurutnya, kemajuan pendidikan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah atau sekolah saja, tetapi butuh kolaborasi lintas sektor.

Kepala sekolah maupun guru sebagai pemimpin dan ujung tombak pembelajaran di sekolah. Pengawas dan korwilcam sebagai penjamin mutu dan jembatan kebijakan. Kemudian, MKKS sebagai wadah kolaborasi serta tak kalah penting adalah peran dari masyarakat dan orang tua wali murid.

“Studi tiru ini untuk sharing, mempelajari model pembelajaran inovatif terutama dalam pembentukan karakter pendidikan anak yang memungkinkan untuk replikasi langsung di satuan pendidikan tingkat SD maupun jenjang SMP,” kata Khemal.

Pembinaan karakter anak di Sekolah Rakyat jadi salah satu elemen penting, selain akademis dan keterampilan. Etika, kemandirian hingga kedisiplinan ditanamkan kepada seluruh peserta didik sejak di asrama hingga ruang pembelajaran. Dalam proses ini, peran orang tua begitu krusial sebagai pondasi utama keberhasilan pendidikan anak.

Orang tua tidak sekedar menitipkan anaknya kepada sekolah, melainkan menjadi mitra strategis pihak sekolah. Dukungan psikologis dan motivasi dari orang tua bisa membantu membentuk mental anak yang disiplin dan bertanggung jawab. Pun, komunikasi terbuka dan sinergi orang tua dengan sekolah dibutuhkan untuk memudahkan dalam menentukan metode pembelajaran yang efektif bagi anak.

“Dorongan moral dari orang tua adalah bahan bakar utama bagi siswa untuk tetap tangguh menghadapi kurikulum yang padat dengan penuh disiplin,” imbuh mantan Plt. Kepala Dinas Sosial tersebut.

Dinas pendidikan mendorong seluruh pihak, terutama orang tua wali murid berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran anak. Pendampingan di lingkungan pendidikan, masyarakat dan rumah diperlukan sebagai bagian mempersiapkan masa depan cerah sang buah hati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *