PACITAN,wartakita.co- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kunjungan kerja ke Kabupaten Pacitan pada Senin (22/12). Dalam kunjungan ini, Khofifah melaksanakan beberapa kegiatan.
Diantaranya meninjau pembangunan jembatan di Dusun Kwaron, Desa Tambakrejo. Sarana penyeberangan sepanjang 12 meter dan lebar tiga meter dengan nilai anggaran sekitar Rp 551 juta hampir selesai dikerjakan.
Tokoh perempuan yang memimpin Jatim dua periode itu menanam mangrove di kota berjuluk ’70-Mile Sea Paradise’. Tak sendirian, Khofifah hadir didampingi artis Kaka Slank dan Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji.
“Hari ini 22 Desember Hari Ibu. Kita ingin memberikan kado kepada Ibu Pertiwi. Salah satu di antaranya merawat bumi dengan menanam mangrove,” kata Gubernur Khofifah usai penanaman mangrove di Pantai Watumejo, Kecamatan Kota Pacitan, Senin (22/12) petang.
Bagi Kaka Slank budaya menanam merupakan kebiasaan baru yang belakangan ditekuninya. Hal itu dimulai dari hal-hal kecil. Semisal mengganti kado yang diberikan kepada kerabat di hari istimewa dengan bibit pohon. Jika langkah itu dilakukan bersama bumi yang lestari sudah di depan mata.
Artis yang datang kali kedua ke kota kelahiran Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu memandang perlunya menebarkan praktik baik dari kesuksesan penanaman mangrove di Pacitan. Bahkan semangat tersebut harus menginspirasi generasi kekinian untuk berpartisipasi aktif dalam pelestariannya.
“Sebaiknya knowledge ini diserap juga ama anak-anak Gen-Z. Betapa pentingnya keberadaan mangrove,” ujar pria bernama asli Akhadi Wira Satriaji tersebut.
Sementara itu, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menyampaikan catatan terkait kesuksesan penanaman mangrove di Pantai Watumejo. Sejak pertama kali ditanam oleh Gubernur Khofifah tahun 2022 lalu, kawasan yang berada di muara Sungai Grindulu itu kini berubah menjadi hutan mangrove yang cukup lebat.
Pemerintah daerah pun memberi dukungan penuh terhadap upaya menjaga konservasi sekaligus membudidayakan mangrove sebagai sarana mitigasi bencana. Tentu saja hutan bakau yang ada selain memberikan manfaat secara ekologi, juga dapat membawa dampak positif bagi ekonomi masyarakat.
“Insyaallah ketika kita hari ini menanam, dua tahun lagi sudah lebih lebar lagi dan membawa manfaat seluas-luasnya bagi kita semua. Matur suwun (terima kasih),” ucap Mas Aji.
